Kebakaran bisa terjadi kapan saja dan di mana saja — baik di rumah, kantor, gudang, maupun kendaraan. Dalam situasi genting seperti itu, APAR (Alat Pemadam Api Ringan) sering kali menjadi “pahlawan pertama” sebelum api membesar. Namun, APAR hanya akan berguna jika kondisinya terawat dengan baik dan siap digunakan.
Sayangnya, banyak orang hanya membeli APAR sebagai formalitas — digantung di dinding tanpa pernah dicek lagi. Padahal, APAR yang tidak dirawat bisa menjadi tidak berfungsi saat paling dibutuhkan. Bayangkan saat Anda hendak memadamkan api, tapi jarum tekanan menunjukkan zona merah, segel rusak, atau isinya sudah habis. Fatal, bukan?
Oleh karena itu, artikel ini akan membahas panduan lengkap perawatan APAR agar Anda bisa memastikan alat pemadam kebakaran selalu dalam kondisi prima dan siap pakai kapan pun dibutuhkan.
Kapan APAR Harus Diperiksa?
Perawatan APAR bukan pekerjaan sekali saja — tapi harus dilakukan secara berkala. Umumnya, pemeriksaan terbagi menjadi dua jenis:
1. Pengecekan Rutin Bulanan
Setiap 1 bulan sekali, lakukan pengecekan visual untuk memastikan kondisi fisik APAR baik-baik saja. Poin yang perlu diperhatikan:
- Tekanan masih berada di area hijau pada manometer.
- Segel dan pin pengaman tidak rusak atau hilang.
- Tidak ada karat, penyok, atau kebocoran pada tabung.
- Nozzle (corong) bersih dan tidak tersumbat.
- Label dan petunjuk penggunaan masih terbaca jelas.
Pengecekan ini bisa dilakukan sendiri oleh petugas keamanan atau siapa pun yang sudah diberi tanggung jawab di area tersebut.
2. Pemeriksaan Tahunan
Setidaknya setahun sekali, APAR perlu diperiksa lebih mendalam oleh teknisi profesional atau penyedia jasa servis APAR. Pada tahap ini biasanya dilakukan:
- Pengujian tekanan tabung (hydrotest) jika sudah mencapai masa tertentu.
- Pemeriksaan berat tabung dan isi media pemadam.
- Pembersihan bagian dalam dan penggantian komponen jika diperlukan.
Langkah-Langkah Perawatan APAR yang Benar
Berikut panduan praktis cara merawat APAR agar fungsinya selalu optimal:
1. Cek Tekanan Tabung
Lihat indikator tekanan di manometer.
- Jarum di zona hijau = aman dan siap digunakan.
- Jarum di zona merah kiri (low) = tekanan kurang, isi perlu diservis.
- Jarum di zona merah kanan (over) = tekanan berlebih, bisa berisiko meledak.
2. Periksa Segel dan Pin Pengaman
Pastikan segel plastik dan pin masih utuh. Jika segel rusak, bisa jadi APAR pernah digunakan atau bocor.
3. Amati Kondisi Fisik Tabung
Lihat apakah ada karat, penyok, atau retak pada bodi tabung. Kerusakan kecil pun bisa memengaruhi kekuatan tabung menahan tekanan tinggi.
4. Periksa Nozzle dan Selang
Pastikan nozzle tidak tersumbat oleh debu atau sarang serangga. Bersihkan secara berkala dengan kain lembap.
5. Perhatikan Label dan Tanggal Kadaluarsa
APAR umumnya memiliki masa berlaku 3–5 tahun, tergantung jenis medianya. Pastikan label masih jelas dan perhatikan kapan terakhir kali alat ini diservis.
6. Timbang Berat APAR (untuk Powder dan CO₂)
Berat yang berkurang signifikan menandakan kebocoran media pemadam. Ini perlu segera ditangani oleh teknisi servis APAR.
7. Lakukan Servis Berkala
Untuk menjaga performa, lakukan servis APAR setiap 12 bulan sekali di tempat terpercaya. Servis meliputi isi ulang, pengecekan tekanan, dan penggantian suku cadang jika perlu.
Tanda-Tanda APAR Perlu Diganti atau Diservis
Beberapa tanda berikut menunjukkan bahwa APAR Anda sudah tidak layak pakai:
- Jarum tekanan tidak di area hijau.
- Ada kebocoran, karat, atau penyok parah.
- Segel hilang atau pin pengaman longgar.
- Media pemadam sudah melewati masa kedaluwarsa.
- Tabung terasa terlalu ringan saat diangkat (indikasi isi berkurang).
- Nozzle tersumbat dan sulit dibersihkan.
Jika salah satu dari tanda di atas muncul, jangan tunggu sampai APAR benar-benar rusak. Segera lakukan servis atau ganti unit baru untuk keamanan Anda dan lingkungan sekitar.
Kesalahan Umum dalam Perawatan APAR
Banyak kasus APAR gagal berfungsi karena kesalahan sepele tapi sering dilakukan. Berikut beberapa contohnya:
- Menaruh APAR di tempat lembap atau terkena sinar matahari langsung, menyebabkan tabung cepat berkarat.
- Tidak pernah dicek sama sekali setelah pembelian.
- Tidak memberi label jadwal pengecekan.
- Menggantung APAR terlalu tinggi atau terlalu rendah, membuatnya sulit dijangkau saat darurat.
- Menyemprot APAR untuk “tes coba” tanpa isi ulang lagi.
Kesalahan-kesalahan kecil ini bisa berdampak besar di saat genting. Jadi, pastikan perawatan dilakukan dengan benar dan rutin.
Penutup: Rawat APAR, Lindungi Diri dan Aset Anda
Perawatan APAR bukan sekadar formalitas, tapi investasi keamanan. Dengan perawatan rutin dan pemeriksaan berkala, Anda memastikan alat pemadam kebakaran selalu siap siaga saat dibutuhkan.
Ingat — APAR yang terawat baik bisa menyelamatkan nyawa dan aset berharga dalam hitungan detik.
Jangan tunggu sampai terlambat.
Jika Anda membutuhkan jasa servis APAR atau ingin membeli tabung pemadam kebakaran berkualitas tinggi, Anda berada di tempat yang tepat.
Di sini kami menyediakan berbagai jenis APAR terpercaya serta layanan perawatan profesional untuk kebutuhan industri, kantor, maupun rumah.



